Pahami Psikologi Warna dalam Membuat Design Website

psikologi warna

Warna itu sangat penting, tidak hanya bisa mempengaruhi apa yang dirasakan orang, tetapi juga apa yang mereka lakukan. Psikologi warna bisa membantu untuk memperkuat merek kita, mendorong penjualan, dan bahkan mengarahkan pengunjung menuju halaman tertentu atau tindakan tertentu di website.

Studi menunjukkan bahwa dibutuhkan waktu sekitar 90 detik atau kurang bagi seseorang untuk memutuskan apakah mereka suka atau tidak terhadap suatu produk, dan 90% dari keputusan tersebut dipengaruhi oleh warna. 80% dari penelitian juga menunjukkan bahwa warna bisa meningkatkan pengenalan merek.

Psikologi warna dalam design web

Tentu bukan sebuah kebetulan bahwa banyak situs jejaring sosial populer seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Tumblr memiliki logo dengan warna biru. Tapi itu bukan berarti bahwa warna biru selalu cocok untuk website kita, dan bahkan jika biru itu sempurna untuk situs kita, jangan melupakan tentang kombinasi warna lain yang akan kita gunakan (dan dimana).

Jika kita memahami bagaimana warna bisa mempengaruhi orang, kita bisa memastikan bahwa warna dalam website bekerja dengan baik, bukan sebaliknya. Mari kita lihat beberapa warna dasar di bawah ini dan bagaimana penggunaannya yang tepat.

1. Psikologi warna merah

Merah benar-benar bisa meningkatkan denyut jantung seseorang dan bisa membuat mereka bernapas lebih cepat. Merah dikaitakan dengan nafsu, kegembiraan, cinta, energi, dan gerakan. Tapi juga memiliki beberapa potensi negatif termasuk perang, kekerasan, kebakaran, kemarahan, dan bahaya.

  • Kapan menggunakan warna merah?

Gunakan merah sebagai warna aksen untuk menarik perhatian, atau untuk menciptakan sesuatu yang mencolok. Merah bisa cocok untuk makanan, fashion, hiburan, olahraga, pemasaran, iklan, layanan darurat, dan perawatan kesehatan.

  • Kapan menghindari warna merah?

Jangan terlalu sering menggunakan warna merah, karena terlalu banyak warna merah yang mencolok bisa menjadi hal yang buruk. Merah biasanya kurang cocok untuk barang-barang mewah, konten yang bersifat natural, atau website/layanan profesional.

2. Psikologi warna kuning

Kuning adalah warna terang. Hal ini berhubungan dengan kompetensi, kebahagiaan, kegembiraan, optimisme, dan pemuda. Kuning juga memiliki beberapa asosiasi negatif seperti pengecut, penipuan, dan murahan.

  • Kapan menggunakan warna kuning?

Gunakan kuning terang (bright) untuk memberi energi pada orang atau untuk membuat rasa bahagia. Gunakan kuning lembut (light) untuk perasaan yang lebih tenang. Kuning bisa menjadi bagus digunakan untuk meanrik perhatian pada teks dan tombol call to action.

  • Kapan menghindari warna kuning?

Kuning bisa dengan cepat menjadi sangat kuat. Hal ini bisa menyiksa mata. Oleh karena itu, gunakan warna kuning secara tepat. Terlalu banyak warna kuning atau warna yang salah bisa membuat terlihat murah atau spammy.

3. Psikologi warna orange

Orange adalah warna energik dan bersemangat yang sering dikaitkan dengan hal yang menyenangkan, kebahagiaan, energi, kehangatan, ambisi, kegembiraan, dan antusiasme. Hal ini juga bisa digunakan untuk menyampaikan peringatan.

  • Kapan menggunakan warna orange?

Warna orange bisa digunakan untuk menarik perhatian dengan call to action (seperti tombol berlangganan, beli, mendaftar), atau konten lainnya yang bisa membuat orang pasti melihatnya. Warna ini cocok untuk ecommerce, otomotif, teknologi, hiburan, makanan, dan anak.

  • Kapan menghindari warna orange?

Orange memiliki karakter yang hampir sama dengan merah, jadi pastikan untuk tetap tidak terlalu berlebihan menggunakan warna orange.

4. Psikologi warna hijau

Hijau memiliki harmonisasi sebuah, efek menyeimbangkan. Hal ini terkait dengan pertumbuhan, kesehatan, alam, kekayaan, uang, ketenangan, maskulinitas, kemurahan hati, kesuburan, iri hati, keberuntungan, kedamaian, harmoni, dukungan, dan energi.

Kapan menggunakan warna hijau?

Hijau adalah warna yang paling mudah bagi mata untuk memproses. Gunakan warna hijau untuk membuat santai, efek menenangkan atau untuk mewakili awal yang baru, alam, atau kekayaan. Warna ini bagus untuk ilmu pengetahuan, pariwisata, obat-obatan, sumber daya manusia, lingkungan, dan keberlanjutan.

Kapan menghindari warna hijau?

Warna ini kurang cocok untuk barang-barang mewah, teknologi, atau konten yang diarahkan untuk remaja perempuan.

5. Psikologi warna biru

Biru dikaitkan dengan maskulinitas, kompetensi, kualitas, ketenangan, ketergantungan, ketabahan, kebijaksanaan, loyalitas, kekuatan, produktivitas, kepercayaan, dan keamanan. Biru cerah juga bisa menyegarkan dan berenergi.

Kapan menggunakan warna biru?

Biru sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar dan bank karena non-invasif dan terkait dengan hal yang bisa dipercaya. Warna ini baik untuk kesehatan, gigi, teknologi tinggi, kesehatan, ilmu pengetahuan, pemerintah, hukum, dan utilitas.

  • Kapan menghindari warna biru?

Menggunakan warna biru tertentu (di ujung gelap spektrum warna), atau menggunakan warna biru yang terlalu banyak dapat membuat website kita seperti acuh dan dingin. Warna biru juga dapat menurunkan nafsu makan, jadi hati-hati bila menggunakannya untuk konten yang berhubungan dengan makanan.

6. Psikologi warna ungu

Ungu dikaitkan dengan kemegahan. Warna ini dapat digunakan untuk menyampaikan kesan kreatif, imajinatif, otoritas, kecanggihan, kekuasaan, kekayaan, kemakmuran, misteri, kebijaksanaan, dan rasa hormat.

  • Kapan menggunakan warna ungu?

Gunakan ungu gelap untuk menciptakan kesan mewah dan kekayaan, dan gunakan warna ungu muda untuk nuansa musim semi dan percintaan. Warna ungu bagus untuk produk-produk kecantikan (khususnya produk anti-penuaan), astrologi, pijat, yoga, penyembuhan, spiritualitas, dan konten yang terkait dengan remaja perempuan dan merek feminin.

  • Kapan menghindari warna ungu?

Warna ungu bersifat menenangkan sehingga umumnya kurang menarik perhatian orang. Penggunaan warna ungu gelap dapat membuat website seperti terpencil atau jauh.

7. Psikologi warna coklat

Coklat diidentikkan dengan kehangatan. Warna alami yang mewakili tanah, kekasaran, keandalan, stabilitas, persahabatan, dan alam.

  • Kapan menggunakan warna coklat?

Coklat bisa digunakan untuk menstimulasi nafsu makan (perhatikan iklan kopi dan cokelat), sehingga cocok untuk konten yang berhubungan dengan makanan. Warna ini juga cocok untuk real estate, hewan, kedokteran hewan, dan keuangan. Warna coklat juga biasanya baik untuk digunakan sebagai background.

  • Kapan menghindari warna coklat?

Coklat dapat sedikit membosankan atau terlalu konservatif. Warna ini umumnya tidak cocok untuk menarik perhatian orang dan sebaiknya tidak digunakan untuk hal yang menggerakkan untuk bertindak.

8. Psikologi warna hitam

Hitam adalah warna kuat yang sering dikaitkan dengan kecanggihan, keanggunan, otoritas, kekuasaan, kehalusan, stabilitas, kekuatan, formalitas, dan kecerdasan. Warna ini juga dapat melambangkan kematian, misteri, kejahatan, dan pemberontakan.

  • Kapan menggunakan warna hitam?

Hal ini tergantung pada warna yang digunakan bersamaan dengannya. Warna hitam bisa memberikan kesan elegan dan tradisional, bisa juga kesan modern dan tak teratur. Hitam bagus untuk barang-barang mewah, fashion, pemasaran, dan kosmetik.

  • Kapan menghindari warna hitam?

Terlalu banyak warna hitam dapat membuat perasaan berlimpah. Warna hitam juga bisa terasa mengancam atau jahat sehingga membuat orang merasa tidak nyaman atau bahkan takut.

9. Psikologi warna putih

Putih dikaitkan dengan kemurnian, kebersihan, kebajikan, kebahagiaan, ketulusan, dan keamanan.

  • Kapan menggunakan warna putih?

Putih diidentikkan dengan dokter, perawat, dan dokter gigi yang sehingga bagus untuk situs web yang terkait dengan industri perawatan kesehatan. Warna ini juga dapat digunakan untuk situs yang membahas tentang teknologi tinggi dan ilmu pengetahuan. Warna putih sangat bagus untuk barang-barang mewah ketika dipasangkan dengan warna hitam, emas, perak, atau abu-abu.

  • Kapan menghindari warna putih?

Karena warna putih tergantung hampir seluruhnya pada warna lain dalam desain, maka secara teoritis dapat digunakan untuk semua jenis website.

10. Psikologi warna abu-abu

Abu-abu dikaitkan dengan formalitas, profesionalisme, kecanggihan, kepraktisan, keabadian, dan karakter yang kuat.

  • Kapan menggunakan warna abu-abu?

Warna ini bagus untuk website profesional, barang mewah, atau untuk membuat efek seimbang dan menenangkan.

  • Kapan menghindari warna abu-abu?

Nuansa abu-abu tertentu mungkin terasa kusam, terkucilkan, atau bahkan dingin. Abu-abu kurang ideal untuk mendapatkan perhatian orang.

Nah itulah 10 psikologi warna yang bisa kamu gunakan dalam mebuat design website yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *