5 Kesalahan Strategi Marketing yang Merugikan Anda

marketingmistakes

Dalam menjalankan binsis, salah satu yang paling penting adalah bagaimana kita mampu menentukan arah atau strategi marketing bisnis. Karena, perencanaan strategi marketing yang baik akan menjadi ujung tombak dan penentu utama dari sukses atau tidaknya bisnis tersebut.

Sebaliknya, jika kita salah dalam menentukan strategi marketing bisa berakibat fatal untuk kedepannya. Berikut ini adalah 9 kesalahan strategi marketing yang bisa merugikan kita.

1. Tidak tahu nilai Cost Per Acquisition (CPA)

Seringkali perusahaan baru belum memiliki kesempatan untuk menguji metode yang berbeda-beda untuk mendapatkan pelanggan atau pengguna. Sampai kita yakin, jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Gunakan sedikit anggaran untuk menguji banyak strategi yang berbeda-beda (tapi masih cukup besar untuk memiliki ukuran sampel yang akurat) sampai kita menemukan mana yang cocok untuk bisnis kita.

2. Tidak tahu tingkat konversi

Ini adalah pertanyaan yang harus bisa kita jawab. Jika saya bisa mendatangkan X pengunjung yang berkualitas, bagaimana cara kita melakukan konversi? Jika tingkat konversi kita saat ini rendah, apakah itu karena kualitas traffic yang kita dapatkan, produk, atau desain web?

Kita bisa mempersempit jika kualitas traffic yang kita dapatkan dengan melihat tingkat konversi dari website atau iklan. Apakah retargerting iklan kita menerima tingkat konversi lebih tinggi dari amplification? Atau iklan Facebook kita menerima konversi lebih rendah dari influencer marketing?

3. Tidak melakukan A/B testing

Mungkin salah satu yang paling sederhana, tapi sering dilupakan adalah A/B testing. A/B testing sangat penting, karena bisa membantu untuk mengarahkan pengunjung ke situs. Lakukan perubahan-perubahan kecil pada halaman seperti, bahasa, warna, dan gambar untuk menghasilkan tingkat konversi yang lebih baik.

Jika kita tidak melakukan A/B testing terlebih dahulu, maka kita akan kehilangan data-data yang berharga yang bisa membantu bisnis tumbuh.

4. Tidak melakukan retargeting pengunjung website dan email

Jika kita tidak melakukan retargeting, kita akan kehilangan kesempatan untuk mengoptimalkan channel yang ada.

Tempatkan retargeting pada halaman web atau gunakan gambar disignature email. Ketika retargeting bekerja dengan baik, itu adalah pertanda yang bagus bahwa orang-orang mulai tertarik dengan produk kita.

5. Tujuan tidak jelas

Setiap orang memiliki anggaran yang berbeda-beda. Beberapa memiliki lebih banyak ruag untuk bereksperimen, sedangkan yang lain membutuhkan banyak uang. Sebelum terlibat dengan vendor, pastikan kita memiliki tujuan yang jelas dan bisa dikomunikasikan.

Tanpa tujuan yang jelas, kita tidak bisa menentukan vendor mana yang terbaik dan cocok dengan bisnis kita. Jika kita memiliki tujuan sekunder, pastikan bahwa tujuan primer tetap menjadi prioritas utama.

Itulah 5 kesalahan strategi marketing yang harus dihindari agar tidak merugikan bisnis kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *