10 Tips Jitu Menggunakan Web 2.0 Untuk Promosi Bisnis

web 2.0

Istilah web 2.0 akhir-akhir ini seringkali diperbincangkan dimana-mana. Kamu akan nampak trendi dan masa kini saat membicarakan tentang blogging dan media sosial. Namun apakah hal-hal itu memiliki dampak yang berarti pada bisnismu? Apakah Web 2.0 hanya diperuntukkan bagi para anak muda dan tech-hipster atau apakah ada sesuatu yang sebaiknya bisa dimanfaatkan pemilik bisnis untuk mempromosikan bisnisnya?

Keuntungan Web 2.0 memang tidak selamanya dirasakan oleh industri bisnis tertentu, namun bukan merupakan hal yang sebaiknya kita abaikan begitu saja. Ada banyak sekali tools yang bisa sangat bermanfaat untuk membantumu mendapatkan konsumen lebih banyak.

Jadi, untuk membuatmu lebih memahami peran Web 2.0 bagi bisnismu, berikut ini ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan saat mengimplementasikannya.

  1. Punya rencana.
    Jangan pernah terjun ke suatu arus hanya karena arus itu sedang populer, terlihat keren, atau karena kamu membaca artikel tentang hal itu. Perjelas hal apa yang ingin kamu capai, seberapa banyak kamu akan berinvestasi di sana dalam jangka waktu tertentu. Sama halnya dengan ilmu berbisnis, web 2.0 juga mengutamakan perencanaan yang matang.
  2. Pastikan target audiensmu berada di sana.
    Tools yang ada di Web 2.0 memang terlihat menarika tapi akan menjadi sia-sia jika orang yang melihat bisnismu secara online tidak berminat dengan barang/jasa yang kamu tawarkan. Atau jika ternyata target audiensmu tidak pernah mencari informasi secara online ketika akan mengkonsumsi suatu produk, maka usahamu sudah pasti tidak efektif. Layaknya channel marketing, mereka juga hanya akan bekerja jika calon konsumen potensialmu ada di ‘sana’ untuk melihat (atau mendengar) pesan yang kamu sampaikan dan meresponnya.
  3. Ciptakan konten berkualitas.
    Web 2.0 adalah website sosial yang bergantung pada konten. Konten yang tidak menarik akan menjadi tools marketing yang buruk, tak peduli seberapa besar usaha yang dilakukan. Selalu pastikan kontenmu selalu relevan, menarik, dan nyata. Tempatkan dirimu sebagai konsumen dan jawab semua pertanyaan mereka melalui kontenmu.
  4. Jangan jualan.
    Help, inform, educate but do not sell. Web 2.0 adalah tentang menghubungkan orang-orang melalui bantuan. Salesman bukan di sini tempatnya! Selalu pikirkan nilai edukasinya, bukan beriklan. Berikan hal-hal yang bermanfaat, menarik, dan opini jujur yang bisa mereka percayai. Dengan cara itulah kamu membangun kredibilitas dan kepercayaan untuk mendorong hubungan dengan calon konsumen baru.
  5. Mulai dengan blog yang free hosted.
    www.Wordpress.com dan www.Blogger.com bisa menjadi dua pilihan blog yang sangat berguna dan simpel yang pengaturannya cuma-Cuma. Gunakan tools tersebut untuk mulai blogging dan cari tahu cara kerjanya, rasakan bagaimana manfaat yang didapat dengan menggunakan Web 2.0. Celupkan dulu ujung kakimu ke air sebelum menyelaminya.
  6. Bicara dengan anak-anak dan ABG.
    Coba untuk mengobrol dengan beberapa anak-anak (umur 8-18) dan cari tahu bagaimana mereka menggunakan internet. Mereka adalah trend-setter. Apa yang mereka lakukan saat ini, akan segera kita lakukan besok. Pelajari apa dan bagaimana perilaku online mereka. Ini membantumu memahami internet dari perspektif yang berbeda.
  7. Do it yourself (DIY).
    Web 2.0 adalah tentang suatu hubungan nyata antar manusia. Tak masalah jika kamu ingin berkonsultasi tentang hal ini dengan ahlinya. Namun sebaiknya tetap menjaganya orisinil, biarkan karyawanmu sendiri yang membuat konten dan mengelola media sosial. Jangan biarkan orang lain menganggapmu abal-abal atau brand palsu.
  8. Beli sebuah kamera dan mulai shooting.
    Belilah camcorder, tripod, dan microphone serta roll film sebanyak 20-30 jika dibutuhkan. Lalu mulailah mengambil gambar. Latihan, latihan, dan teruslah berlatih. Biarkan dirimu terbiasa dengan kamera agar tidak terlihat tegang dan canggung. Kemudian, buatlah sebuah video how-to dari berbagai kegiatan yang kamu tekuni dan sukai. Edit dengan Microsoft MovieMaker dan upload ke YouTube.
  9. Beli sebuah perekam audio/suara.
    Ini menjadi pelengkap poin sebelumnya yang membuatmu memiliki seperangkat alat untuk merekam podcast dan MP3 audio kapanpun kamu mau. Kemudian belilah software untuk sound editing untuk membuat suara yang profesional.
  10. Surf ’till it Hurts.
    Jelajahi berbagai blog, YouTube, Video Google, Pinterest, dan website media sosial lainnya. Caritahu cara kerja mereka dan siapa saja yang menggunakannya. Jadilah bagian dari komunitas media sosial. Cari teman baru secara online. Libatkan dirimu ke dalam ekosistem Web 2.0 agar kamu memahaminya dengan baik dan bisa merancang rencana marketingnya dengan baik.

Dengan adanya sepuluh poin di atas membuatmu bisa melihat lebih dalam tentang Web 2.0 dengan merasakan sendiri menjadi bagian di dalamnya. Ketika kamu sudah merasakan, memahami seluk beluknya maka akan dengan mudah menentukan strategi yang cocok dengan bisnismu dan menjadikannya sebuah peluang bisnis yang besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *